Keutamaan Wudhu dan Sunah-sunah wudhu

KEUTAMAAN WUDHU

Dari Abdullah Shunabihi; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila seorang hamba mukmin berwudlu, lalu dia berkumur-kumur maka keluar dosa-dosa dari mulutnya. Apabila dia menyemburkan air yang telah dimasukkan ke hidung, maka dosa-dosa keluar dari hidungnya, jika dia membasuh wajahnya, maka dosa-dosa keluar dari wajahnya hingga keluar dari kedua kelopak matanya. Jika dia membasuh kedua tangannya, maka dosa-dosa keluar dari kedua tangannya hingga keluar dari kuku-kukunya, jika dia mengusap kepalanya, dosa-dosa keluar dari kepalanya hingga keluar dari kedua telinganya. Jika dia membasuh kedua kakinya, maka dosa-dosa keluar dari kedua kakinya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya.”

Beliau bersabda: “Adapun perjalanan dia ke masjid dan shalatnya adalah tambahan baginya.”

(HR. Malik no.55, Muslim no.360, Ahmad no.18288, Darimi no.712, Nasa’I no.102, Tirmidzi no.2)

 SUNNAH-SUNNAH WUDHU 

(Wudhu memiliki sunnah-sunnah yang banyak) :

Bersiwak, sebagaimana sabda Rasulullah

لَوْلَا اَنْ أشُقَّ عَلَى أمَّتِي لأ مَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ  

Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan berwudhu.” (Hadits shahih, Irwaul golil no.70)

(HR. Bukhari no.838, Muslim no.370, Malik no.133, Ibnu Majah no.283, Abu Daud no.42,

Ahmad no.7516, Darimi no.680, Nasa’I no.7, Tirmidzi no.22).

Mencuci kedua tangan sampai pergelangan tangan sebelum berwudhu.

عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ دَعَا بِإِنَاءٍ فَأَفْرَغَ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مِرَارٍ فَغَسَلَهُمَا 

‘Utsman bin ‘Affan minta untuk diambilkan bejana (berisi air). Lalu dia menuangkan pada telapak tangannya tiga kali lalu membasuh keduanya. (HR. Bukhari no.155, Muslim No.332).

Mencuci anggota-anggota wudhu sebanyak tiga kali.

(sedangkan mengusap kepala yang sering dilakukan Nabi adalah sekali)

عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَعَا بِوَضُوءٍ وَهُوَ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ فَغَسَلَ يَدَيْهِ

ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

ثُمَّ غَسَلَ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأَمَرَّ بِيَدَيْهِ عَلَى ظَاهِرِ أُذُنَيْهِ

ثُمَّ مَرَّ بِهِمَا عَلَى لِحْيَتِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Utsman Bin Affan meminta dibawakan air wudlu dan dia berada di pintu masjid, kemudian mencuci kedua tangannya dan berkumur-kumur lalu memasukkan air kedalam hidungnya dan mengeluarkannya, kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangannya hingga kedua sikunya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan melewatkan kedua tangannya di permukaan telinganya kemudian melewatkan keduanya ke jenggotnya, kemudian membasuh kedua kakinya hingga kedua mata kakinya tiga kali.

(HR. Ahmad no.458, Abu Daud no.96, Muslim No.332, Bukhari no.155).

Menyela-nyela Jenggot yang tebal.

 رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ أَخَذَ كَفًّا مِنْ مَاءٍ

فَأَدْخَلَهُ تَحْتَ حَنَكِهِ فَخَلَّلَ بِهِ لِحْيَتَهُ وَقَالَ هَكَذَا أَمَرَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berwudhu beliau mengambil air dengan telapak tangannya, lalu memasukkannya ke bawah dagunya lalu beliau menyela-nyela di antara jenggotnya dan bersabda: “Beginilah Rabbku ‘azza wajalla memerintahkan aku.”

(HR. Abu Daud no.124)

Menyela-nyela jari-jari kaki dan jari-jari tangan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 أَسْبِغْ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ

“Sempurnakanlah wudhu, sela-selalah di antara jarijemarimu” (HR. Abu Daud no.123)

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَوَضَّأَ  يَدْلُكُ أَصَابِعَ رِجْلَيْهِ بِخِنْصَرِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berwudhu, beliau menggosok jari-jari kedua kakinya dengan jari kelingking beliau. (HR. Abu Daud no.127)

Dalk (menggosok). Yang dimaksud dengan dalk yaitu menggosok anggota wudhu

(yang telah terkena air) dengan menggunakan tangan (sebelum anggota wudhu tersebut kering).

عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ : اِنَّ النَّبِيَّ أتِيَ بِثُلُثيْ هُدٍّ، فَجَعَلَ يَدلُكُ ذِرَعَيْهِ

Dari Abdullah bin Zaid berkata :“Bahwasanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam didatangkan air kepada beliau (sebanyak) dua per tiga mud, lalu beliau mendalk (menggosok) kedua lengannya.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Mendahulukan tangan kanan daripada yang kiri dan kaki kanan daripada kaki kiri.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Dari ‘Aisyah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan selainnya.”

(HR. Bukhari no.163, Muslim no.396, Ahmad no.24369)

إذَا تَوَضَأتٌمْ فَابْدَءُوْابِمَيَامِنِكُمْ

Jika kalian berwudhu maka mulailah dengan bagian kanan kalian

(Hadits shahih dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Baihaqi, Thabrani dan Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Imam Nawawi)

Berdo’a setelah berwudhu.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah.

Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

(HR. Ibnu Majah no.463, Muslim no.345, Ahmad no.16752, Abu Daud no.145)

Sumber : Ensiklopedi Hadits – Kitab 9 Imam. Penerbit : Lidwa Pusaka

Posted on Juli 9, 2011, in Artikel Shalat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: