Cara Praktek Sifat Wudhu | Bersuci Sebelum Shalat

Berniat (syarat wudhu).

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan  (HR. Bukhari no.1, Muslim no.3530)

Membaca “Basmalah”  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (ketika akan berwudlu).”

(HR. Tirmidzi no.25)

Membaca ” ” (Bismillah) sebagai syarat sah wudhu dan kesempurnaan wudhu.

Mencuci Kedua Telapak Tangan Sebanyak Tiga Kali

Disunnahkan mencuci kedua telapak tangan sebanyak 3 X (tiga kali) sebelum memulai wudhu.(lihat gambar 1)

عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ دَعَا بِإِنَاءٍ فَأَفْرَغَ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مِرَارٍ فَغَسَلَهُمَا 

‘Utsman bin ‘Affan minta untuk diambilkan bejana (berisi air).    Lalu dia menuangkan pada telapak tangannya tiga kali lalu membasuh keduanya. (HR. Bukhari no.155, Muslim No.332).

Berkumur-kumur (Tamadlmudl) dan Ber-Istinsyaq

Wajib berkumur-kumur dengan memasukkan air  ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya. Kemudian ber-istinsyaq (menghirup  memasukkan air ke dalam hidung) dan setelah ber-istinsyaq hendaknya ber-istintsar (menghembuskan air yang ada di hidung).(lihat gambar 2)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً ثُمَّ لِيَسْتَنْثِرْ

“Apabila salah seorang dari kalian berwudlu,  hendaknya menghisap air ke dalam hidung, lalu  mengeluarkannya (kembali).” (HR. Nasa’I no.85)

Mencuci wajah

Wajib mencuci wajah yang batasannya adalah dari tempat biasanya tumbuh rambut kepala hingga ke ujung bawah dagu (secara vertikal), dan dari telinga kanan hingga ke telinga kiri (secara horizontal).

Bagi yang Mempunyai Janggot ?

Jika janggot tersebut tipis sehingga kelihatan kulit wajah (dagu), maka wajib menyela-nyela janggot hingga mencuci kulit wajah yang nampak tersebut dan juga mencuci pangkal janggot.

Jika janggot tersebut tebal sehingga tidak nampak kulit wajah (dagu), maka dengan menyela-nyela janggut bagian dalam (pangkal janggot) dan mencuci kulit wajah termasuk bagian dalam yang tersembunyi. Adapun bagian luar janggot maka wajib di

Mencuci Kedua Tangan

Dicuci dari ujung-ujung jari hingga ke siku tangan kanan terlebih dahulu tiga kali, kemudian baru tangan kiri.  Siku masuk dalam daerah cucian dan memutar air ke kedua siku.

Membasahi Kedua Tangan Lalu Membasuh Kepala dan Kedua Telinga.

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ

ثُمَّ ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَا حَتَّى رَجَعَ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepalanya dengan kedua tangannya, beliau memajukan dan mengundurkan keduanya, memulai dengan bagian depan kepalanya kemudian menjalankan keduanya sampai pada bagian tengkuk, setelah itu mengembalikan keduanya sampai kembali pada tempat yang semula.

(HR. Tirmidzi no.30, Ahmad no.15843, Ibnu Majah no.430)

 أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا

Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepala dan kedua telinga bagian luar dan bagian dalamnya.” (HR. Tirmidzi no.34, Darimi no.702, Ibnu Majah no.436)

Cara membasuh kepala cukup dengan diusap tidak dicuci.

Disunnahkan mengusap kepala hanya sekali, namun boleh terkadang juga tiga kali.

Diwajibkan mengusap seluruh kepala, tidak boleh hanya mencukupkan membasuh sebagian kepala.

Perhatikan Caranya :

Basahi tangan untuk membasuh kepala.

Jangan dengan menampung air pada kedua tangan.

Basuhlah kepala dengan kedua telapak tangan terbuka yang basah, dan dimulai dari ujung kepala diatas dahi yang berbatasan dengan wajah.

Tarik kedua telapak tangan tersebut ke arah belakang (mundur) perlahan-lahan hingga merata.

(lihat gambar 6 tengah)

Tarik terus ke belakang sampai dengan ujung kepala dibawah yang berbatasan dengan tengkuk diatas leher, kemudian tarik kembali ke depan hingga ke ujung kepala semula.

Kemudian basuhlah dengan arah berbalik (maju kembali) dengan kedua telapak tangantersebut ke arah depan, hingga kembali keujung kepala semula.

Mengusap kedua telinga

Dan dalam mengusap kepala disertai dengan mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya dengan memasukkan kedua jari telunjuk ke dalam kedua telinga dan mengusap bagian luar kedua telinga dengan kedua ibu jari.

Mengusap kepala dan kedua telinga baik bagian luar maupun yang bagian dalam. Dan ketika mengusap telinga tidak perlu air yang baru. Berarti tidak mengambil air yang baru untuk mengusap kedua telinga.

Hukum mengusap kedua telinga adalah wajib.

حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَأْخُذُ الْمَاءَ بِأُصْبُعَيْهِ لِأُذُنَيْهِ

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi’, bahwa Abdullah bin Umar mengambil air dengan dua jarinya untuk kedua telinganya. (HR. Malik no.61)

Mencuci Kaki Kanan Tiga Kali Hingga Mata Kaki, dan Demikian pula yang Kiri.

 

Mencuci kedua kaki hingga kedua mata kaki hukumnya adalah wajib. Dari ujung-ujung jari kaki hingga (bersama) mata kaki dan tumit-tumit, hingga mencapai betis.

Disunnatkan bagi orang yang berwudhu mencelah-celahi jari-jari tangan dan kaki di saat mencucinya. Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا تَوَضَّأْتَ فَخَلِّلْ بَيْنَ أَصَابِعِ يَدَيْكَ وَرِجْلَيْكَ

 “Jika engkau berwudlu maka selalah antara jemari kedua tangan dan kedua kakimu.”(HR. Tirmidzi no.37)

Mencuci dari ujung-ujung jari kaki hingga (bersama) mata kaki dan tumit-tumit, hingga mencapai betis.

Orang yang tangan atau kakinya terpotong, maka ia mencuci bagian yang tersisa yang wajib dicuci. Dan apabila tangan atau kakinya itu terpotong semua maka cukup mencuci bagian ujungnya.

Membaca Do’a Setelah Wudhu.

Setelah berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berdo’a :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ  وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali  hanya Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah

Melainkan dibukakan untuknya delapan pintu syurga, ia dapat masuk dari mana saja yang ia  kehendaki” (H.R. Muslim no.345).

Atau

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Barangsiapa berwudlu dan menyempurnakan wudlunya kemudian membaca;

ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKALAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASUULUHU, ALLAAHUMMAJ’ALNI MINAT TAWWAABIINA WAJ’ALNI MINAL MUTATAHHIRIIN

(Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri),

niscaya akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia dipersilahkan masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”(HR. Tirmidzi no.50)

Sumber Hadist : Ensiklopedi Hadits – Kitab 9 Imam. Penerbit : Lidwa Pusaka

 

 

 

Posted on Juli 9, 2011, in Artikel Shalat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: